tanggal 2 Februari 2012 sekitar jam 14. 15 WIB aku berkesempatan untuk mendampingi Rapat Evaluasi Dewan Ambalan SMK Negeri 1 Bukateja. Hmmm...jadi inget masa-masa SMA dulu. Di rapat tersebut aku hanya mendampingi saja dan hanya sebagai observer. Salut sama mereka, komitmen organisasi mereka sungguh sangat luar biasa, ditandai dengan hadirnya seluruh pengurus dan juga calon dewan ambalan yang baru. Ada hal yang menarik ketika mengikuti rapat evaluasi mereka. semua yang ikut rapat dengan otomatis dan tanpa paksaan mengumpulkan HP yang mereka bawa ke meja depan. Alasannya agar rapat berjalan efektif katanya. patut untuk ditiru nih kawan. Kadang kita yang mahasiswa saja urung untuk melakukannya. hmm...asal pas rapat gag smsan sih gpp. cara evaluasi mereka pun bagus. Semua audien baik pengurus ambalan maupun calon pengurus yang mengikuti pembaitan sebelumnya, mengevaluasi jalannya acara dari kekurangan sampai kelebihan yang ada. Katakanlah kejujuran walau sepahit apapun. Itu motto adek2 dewan ambalan. Hasilnya cukup bagus, hampir semua audien yang ada di ruangan tersebut menyampaikan uneg2 mereka.Kekritisan mereka cukup terasah di sini.
selain itu mereka juga memiliki aturan, yang menurut pandangan saya cukup bagus, yaitu sesama Dewan Ambalan TIDAK BOLEH BERPACARAN ketika ada kegiatan atau acara. Karena memang hal tersebut di samping sangat mengganggu juga tidak profesional. Dan mereka yang ketahuan pacaran, tanpa di paksa, langsung ngaku sendiri dan bersedia menerima konsekuensi menerima hukuman. Akibatnya mereka di hukum bersama dengan calon-calon dewan ambalan yang melanggar peraturan yaitu membawa HP pada saat kegiatan pembaitan.
Kesetiakawanan mereka pun sengaja di uji, ketika satu anggota di hukum, maka yang lainnya pun rela di hukum. Organisasi ibarat badan, ketika satu bagian sakit yang lain juga merespon merasakan sakit. Maka akhirnya seluruh calon dewan ambalan ikut di hukum deh di lapangan SMK N 1 Bukateja yang masih cukup panas waktu itu. Salut deh buat temen2 Dewan Ambalan. Penggemblengan disiplin dan setia kawan yang bagus. Good Job deh....top banget deh buat kalian.^^
Total Pageviews
February 18, 2012
February 06, 2012
Home Sweet Home KKN SMK N 1 Bukateja
Hari ini, Senin, 6 Februari 2012, akhirnya diterjunkan juga. Hmmm...awalnya berat meninggalkan jogja. Tapi melihat kenyamanan tempat tinggal di sini, semoga saja bisa betah sebulan deh. ni tak kasih liat foto2nya.
yang ini adalah kos2an tampak dari depan, masih bagus sekali karena ini adalah rumah baru.
Gambar yang kedua ini ruang kumpul2 kita, cukup nyaman dan membuat betah. karena sejatinya kos2an ini jauh lebih nyaman daripada kos2an yang di jogja.
nah yang ini adalah balkon kamar lantai 2. pas di depan ruang kumpul2 kita. sejauh mata memandang hanya awan dan atap rumah dan tower seluler. hehe....
ini kamar mandinya pemirsa ya.
insyallah nyaman, membuat rajin n betah mandi.
Tulisan ini saya dedikasikan kepada keluarga saya yang ingin sekali melihat lokasi tempat tinggal KKN di Purbalingga. Anakmu baik2 disini Pak, Bu....
bersama dengan 8 orang inilah aku menempati rumah nyaman ini. makan, tidur, dan juga shalat secara bersama2.
yang ini adalah kos2an tampak dari depan, masih bagus sekali karena ini adalah rumah baru.
Gambar yang kedua ini ruang kumpul2 kita, cukup nyaman dan membuat betah. karena sejatinya kos2an ini jauh lebih nyaman daripada kos2an yang di jogja.
nah yang ini adalah balkon kamar lantai 2. pas di depan ruang kumpul2 kita. sejauh mata memandang hanya awan dan atap rumah dan tower seluler. hehe....
ini kamar mandinya pemirsa ya.
insyallah nyaman, membuat rajin n betah mandi.
Tulisan ini saya dedikasikan kepada keluarga saya yang ingin sekali melihat lokasi tempat tinggal KKN di Purbalingga. Anakmu baik2 disini Pak, Bu....
bersama dengan 8 orang inilah aku menempati rumah nyaman ini. makan, tidur, dan juga shalat secara bersama2.
January 21, 2012
Cerita Dari Puing-puing Reruntuhan Gempa
Ada begitu banyak cerita yang tertoreh dari
bumi Pundong, Bantul, Yogyakarta. Khususnya desa Srihardono. Berawal dari
sinilah aku menuntut ilmu dan untuk pertama kalinya hidup mandiri tanpa
orangtua. Belajar tidak menggantungkan diri dari orangtua dari bangun tidur
hingga tidur lagi. Awalnya sulit memang, namun the life must go on. Jadilah aku dan kedua orang temen2ku
memutuskan untuk kos di sebuah rumah yang letaknya tak begitu jauh dari SMA
tempat kami menuntut ilmu. Dengan mereka berdua aku berkomitmen untuk rajin dan
bekerja keras mengukir prestasi. Walaupun kami yang notabene berasal dari
daerah pedalaman gunungkidul, kami tak mau menyerah begitu saja. Dengan
semangat yang menggebu aku, Lina, Diani,dan Peni bertekad tak mau kalah dengan
anak-anak kota Bantul. Dan hal tersebut terbukti dengan lolosnya kami berempat
mewakili Olimpiade SAINS-IPA antar sekolah Se-Kabupaten Bantul. Waktu itu aku
dan Lina mewakili Olimpiade FISIKA, sedangkan Peni dan Diani mewakili Olimpiade
KIMIA. Wooowww….prestasi yang luar biasa kupikir saat itu. Dan perjuangan itu
bukanlah suatu hal yang mudah, semudah membalikkan telapak tangan. Perjuangan
untuk mewakili Olimpiade FISIKA bagiku dan juga Lina seperti berusaha mengangkat
pegunungan Seribu di sebelah selatan Kecamatan Pundong, mungkin. Hehehe
Di
saat teman-temanku pulang sekolah bisa hangout
ke suatu tempat, aku dan Lina bersama Mulyono (salah satu peserta Olimpiade
Fisika) harus tinggal di sekolah lebih lama untuk menanti soal-soal yang begitu
kejam membuat kepala kami kliyengan. Bisa di bayangkan, mengerjakan soal2
FISIKA yang tak ada angka pastinya, tapi nanti tiba2 begitu dikerjakan
keluarlah angaka 1/2 , 1, 2 atau bahkan angka2 yang lainnyaa yang tiba2 saja
muncul. Dan rutinitas itu tak hanya kami jalani 1 kali dalam seminggu, tapi 2
kali dalam seminggu. Rasa jenuh kadang menghampiri, apalagi kalau yang member
pengayaan materi adalah pak Giyo, salah satu guru FISIKA yang kalo menerangkan
sambil merem. Bagaimana kami bersemangat utnuk mengerjakan hamparan soal-soal
di hadapan kami, jika menjelaskan materinya sambil merem. Pernah kami iseng
ikut2an merem dan akhirnya Pak Giyo memulangkan kami yang sudah tak berdaya
melihat soal-soal FISIKA yang harus kami utak-utik tiap minggunya. (jika boleh
mutah, aku ingin mutah waktu itu). Sayang aku tak memiliki foto Pak Giyo. Di
balik membosankannya beliau menerangkan materi, namun penguasaan konsepnya oke
punya, jooosss pokoke.
Beda halnya kalo yang memberi materi
pengayaan adalah Pak Madi. Di samping lebih muda, kalo memberikan penjelasan
materi bisa kami tangkap dengan baik, dan tentunya selalu mentraktir kami makan
soto di Kantin Bu Paeran usai membahas soal-soal olimpiade fisika. (yang
terakhir ini sebenarnya yang kami suka.hehehe).
Di bawahi ini ada foto-fotoku bersama kedua
rekanku, Mulyono dan Lina. Sedang serius di laboratorium Fisika membuka-buka
buku (itu aku), sedang si Mulyono serius membaca-baca inbox smsku.(hobi yang
jelek).
Di sela-sela kepuyengan kami ngerjain soal-soal
Fisika, tak ada salahnya juga sedikit narsis di kelas, sekedar menghapus
kepenatan.
Selain intensif dibimbing intensif selama 3
bulan, kami juga diberi pelatihan khusus untuk menulis dan menggali bakat dan
potensi menulis kami selama 2 hari di Youth Center, Ambarbinangun. Di sana kami
benar2 intensif di bimbing untuk membangkitkan semangat menulis. Ada banyak kegiatan
selama 2 hari di sana, diskusi bersama penulis muda hingga upaya trauma healing dengan cara menuliskan
impian ataupun proyeksi hidup 10 tahun mendatang. Hmm…ingat proyeksi itu ingin
tertawa, tapi semoga terwujud. Amin.^_^
Okelah, itulah kenangan waktu SMA yang indah.
Tulisan ini ku tulis khusus untuk temen-temen seperjuangan OLIMPIADE SAINS-IPA
SMA N 1 PUNDONG tahun 2005 dan juga untuk OSIS PUSPITA BANGSA tahun pengabdian
2004/2005. Love U ALL!!!!!
January 20, 2012
Musykom Antik PB 2
Tanggal 7 dan 8 Januari tahun ini merupakan
tahun yang bersejarah buatku dan juga untuk temen2 keluarga besar IMM PB 2.
Musykom VIII terlaksana sudah. Ada banyak cerita dari sana mulai dari pembukaan
yang minim sekali PK yang datang, rapat pleno bisik2, pindah2 tempat pleno
hingga ada deraian airmata di kala LPJ. Hmmm….romantisme organisasi yang indah
kupikir.
Mulai
dari acara pembukaan yang sangat minim jumlah PK yang datang, taka da
separuhnya malahan. Gurat kecemasan kian menguat di wajah hapiz kala itu, dan
sebenarnya hal tersebut sudah bisa ku prediksi dari awal. Tiga jam sebelum
acara berlangsung, ada beberapa PK yang memang sudah stand by di komisariat
untuk menunggu Pk yang lain. Tapi detik demi detik ditunggu tak datang juga,
finally diputuskan untuk langsung capsus ke PERSADA tempat pelaksanaan musykom.
Amat sayang sebenarnya melewatkan STADIUM
GENERAL pada pembukaan MUSYKOM VIII PB 2 ini. Kang Mufti selaku pembicaranya
memberika pengalaman beliau selama menjadi PK PB 2 pada masa beliau. Ada ide2
kreatif yang sebenarnya bisa di adaptasi dan dijadikan pertimbangan untuk
kemajuan Komisariat PB 2 kedepannya. Sangat inspiratif dan tentu saja dengan
penyampaian yang santai namun tetap memiliki bobot. Luar Biasa…rugi sebenarnya
jika tak mengikuti.
Cerita yang berikutnya adalah rapat pleno
bisik2. Hmmm….seumur hidupku ikut organisasi, baru kali ini ada rapat dengan
berbisik-bisik. Unik, lucu, dan tentunya tak biasa. Ini terjadi karena memang
peraturan PERSADA tidak mengijinkan ada kegiatan dia atas jam 10 malam.
Berhubung waktu itu masih berlangsung pemilihan sidang tetap, maka kami
melakukan nego dengan pihak asrama, dan syaratnya adalah rapat boleh
dilanjutkan asal tidak berisik. Alhasil, kami para peserta rapat usul bahkan
tepuk tangan pun tak bersuara, juga ketika meninggalkan tempat sidang, seretan
kaki pun seolah tak boleh terdengar. Huuufffttt….benar2 sidng pleno yang lucu
dan mungkin takkan terlupakan.
Di pagi hari yang masih buta, kala orang pada
umumnya masih lelap tidur di balik selimut hangat mereka, temen2 panitia dan PK
memutuskan untuk melaksanakan sidang Pleno II atau LPJ jam 5 pagi. Masih
ngantuk sebenarnya, apalagi aku pribadi tak bisa tidur meskipun beralaskan
kasur. Entahlah. Suasana pembacaan LPJ begitu hikmat kala itu. Tapi harus
segera di pending, karena jam 8, aula asrama purti yang kami pakai akan
digunakan untuk kegiatan asrama PERSADA. Jadilah kami pindah ke asrama putra.
Mungkin inilah musykom nomaden yang pernah ada.
Tibalah saatnya pen-demisioneran Pimpinan Komisariat Periode 2011-2012. Rasanya begitu
plong rasanya, tapi rasa kehilangan juga. Entahlah waktu itu air mataku
otomatis jatuh begitu saja. Tak peduli orang-orang di sekitarku berkata jika
aku “lebay” atau malah ada yang beranggapan itu adalah “air mata buaya. Aku tak
peduli!!! Orang memiliki pilihan sendiri untuk mengekspresikan perasaannya. Dan
inilah pilihanku. Aku menitikkan air mata bukan tanpa sebab. Dua orang di
sampingku berkata pelan kepadaku “ Besok uda gag ada yang nyrewetin kita lagi”
perkataan itu yang memicu air mataku jatuh. Da lagi yang bilang, “maafkan saya
mbak, selama satu periode ini belum bisa menjadi partner yang baik di bidang
organisasi”. Itulah kawan kenapa aku menitikkan air mata. Dan peru di garis
bawahi bahwa air mata itu tulus adanya. Air mata cinta untuk temen-temen
seperjuangan Pimpinan Komisariat PB2 Periode 2011-2012. Terima kasih untuk
kalian semua, telah menjadi bagian dari sejarah hidupku. Love You All!!! n_n
Semoga perjuangan kita satu periode kemarin
bukanlah sebuah perjuangan yang sia-sia. Perjuangan indah yang penuh dengan
makna dan arti kebersamaan.
Tulisan ini kudedikasan untuk seluruh
Pimpinan Komisariat Pendidikan Bahasa 2 Periode 2010-2011 serta seluruh panitia
yang sungguh sangat luar biasa menyiapkan MUSKOM VIII ini. Terima kasih juga
buat PERSADA. Tanpa kalian musykom ini
tak kan terlaksana. Tetap semangat untuk menjadi pejuang-pejuang sejati nan
progresif untuk Komisariat Pendidikan Bahasa 2.
Subscribe to:
Posts (Atom)