Total Pageviews

April 21, 2012

I Love Monday


Bismillah…
Kebanyakan orang mengatakan “I Hate Monday”. Tapi tidak untukku kali ini. Senin 16 April 2012 ini adalah hari yang bersejarah dan membahagiakan bagiku. Betapa tidak, proposal skripsi yang berbulan – bulan (1,5 bulan ) ku susun akhirnya di ACC juga untuk bisa Seminar Proposal. Patut bersyukur. Awalnya sudah pasrah untuk seminar proposal bulan Mei, tapi ternyata Allah berkehendak lain. Bagi mahasiswa yang mengambil skripsi bidang Teaching atau Pengajaran, Seminar Proposal untuk bulan April dibagi 2 kelompok. Dan Alhamdulillah…. Aku bisa masuk kelompok yang kedua dan akan melaksanakan seminar proposal tanggal 21 April 2012.

Dari kejadian di atas, ada hikmah yang bisa diambil kawan. Ketika kita yakin dan optimis bahwasanya kita bisa, pasti akan ada jalan yang senantiasa dibentangkan oleh Allah SWT seluas-luasnya. Tentunya tak lupa diiringi dengan doa. Karena sesungguhnya Allah itu bersama dengan prasangka hambanya. So, selalulah berpikir positif, karena jika kita senantiasa berpikir positif, hal-hal positif di sekitar kitalah yang akan melingkupi kita.
Suatu hari saat mengikuti diskusi kecil Karya Ilmiah, dosen pembimbingku pernah memberikan beberapa nasehat kepadaku dan juga kepada para peserta diskusi lainnya. Coba simak nasehat yang beliau sampaikan berikut ini :

1.    Jalan hidup itu ada dua yaitu apakah kita memilih untuk GAGAL atau SUKSES? Kita sendirilah yang menentukkannya bukan orangtua, saudara, teman atau bahkan pacar.
2.    Hidup ini harus terus dan terus belajar, use our heart and soul totally.
3.    Tentukan skala prioritas, apa yang sebaiknya kita lakukan. Jangan tergiur bujukan SETAN. karena setan itu selalu pintar mencari celah kelemahan kita.
4.    Pemaksaan diri ke arah yang lebih baik harus dilakukan.
5.    Keluarlah dari kebiasaan kita yang selalu mengekang kita untuk berkembang.
6.    Ingat, Allah SWT hanya mau menolong orang yang bersemangat.
7.    Jangan tunggu besok untuk berubah, mulailah dari sekarang.

Dari ketujuh poin yang disampaikan dosen pembimbingku tersebut, aku tertarik pada poin ke enam. Allah hanya mau menolong orang yang bersemangat. Hmm…kupikir memang benar. Bagaimana pekerjaan yang ada di hadapan kita akan terselesaikan jika kita tidak bersemangat dan hanya bermalas-malasan. So, apa pun yang sedang kita hadapi, selalu bersemangat. Dan saya yakin, dengan semangat, pasti akan selalu ada jalan yang terbentang luas untuk segala kesulitan. Karena Allah selalu bersama orang yang mau berusaha dan tentunya bersemangat. SEMANGAT…SEMANGAT….!!!!! ^_^

April 04, 2012

Selayang Pandang yang Melayang-layang dan Kemudian Menghilang


Sampai dengan tahun 2006 impianku masih konsisten menjadi seorang pendidik, tapi jelas belum spesifik bidang apa, apakah SD, SMP, atau yang lainnya. Setelah peristiwa gempa 27 Mei 2006 yang sangat mengguncang bumi dan juga jiwa itu, berhasil sedikit mengubah impianku. Dari yang awalnya hanya ingin menjadi seorang pendidik berubah ingin menjadi penulis. Hmm…efek dari trauma healing lewat menulis yang pernah ku dapatkan nampaknya. Satu lagi hal sepele yang kemudian tidak tercapai adalah menjadi bantara. Hehe… males ikut tes bantara, mengakibatkan tidak lolos. Yo jelas, lagi pula waktu itu males banget liat pembinanya, galaknya minta ampun, baru denger suaranya aja uda alergi.

Pasca gempa 2006 itu, banyak mengubah hidupku, dari yang awalnya nge-kos jadi laju alias pulang pergi tiap hari. Sungguh melelahkan sekali. Memasuki tahun 2008 impianku kembali bertambah, ingin menjadi seorang pendidik, tapi kali ini sudah spesifik yaitu ingin menjadi Guru Kimia, padahal semenjak kelas 1 SMA ikut tim Olimpiade Fisika, tapi anehnya kenapa malah jatuh cinta pada Kimia. Hmm…aneh. Mungkin karena aku selalu merasakan sensasi yang begitu asik ketika mengutak-utik rumus-rumus kimia yang ada di depanku. Seperti orang yang autis jika sudah berhadapan dengan yang namanya rumusnya kimia. Sampai akhirnya keinginan itu terbawa setelah lulus SMA, sengaja mendaftarkan diri di jurusan pendidikan kimia, Kimia murni, bahkan sempat ingin mendaftarkan diri ke tehnik nuklir dan jurusan-jurusan yang berbau kimia lainnya. Tapi kenyataan berkata lain, keinginan yang kuat tak cukup. Tak satu pun yang lolos. Ya sudah, waktu itu sudah pasrah saja pada keadaan. Akhirnya nasib membawaku kepada jurusan pendidikan Bahasa Inggris. 

Tak mudah rasanya melupakan sesuatu hal yang kita cintai. Begitupun halnya dengan impianku menjadi guru kimia. Sampai semester 2 aku masih berkeinginan menjadi guru kimia. Baru pada saat semester 3, realistis bahwasanya apa yang memang sudah menjadi pilihan ya harus di seriusi. Dan akhirnya saat itu aku memiliki keinginan untuk menjadi seorang Guru Bahasa  Inggris. Bismillah…

Di saat kuliah pun ada banyaaaakkkk sekali impian yang kuinginkan, beberapa ada yang tercapai selebihnya hanya melayang-layang di pikiran dan kemudian menguap dan menghilang. Awal kuliah aku pengen banget ikut UKM jurnalistik, pengen ngrasain buru berita dan yang jelas pengen bisa menulis yang tentunya tulisan yang berbobot. Dan akhirnya impian itu terwujud, aku bergabung dengan UKM POROS. Walaupun hanya 1 tahun bergabung, tapi cukup memberikan pengalaman yang berharga bagiku. Memberikan pengalaman bagaimana menyusun sebuah berita, wawancara dengan orang-orang yang memiliki kedudukan penting dsb. Jadi doyan diskusi gara2 poros juga. 

Next impianku adalah ikut UKM karate. Keinginan ini ada saat semester 2 kalo tidak salah. Tapi karena alasan waktu yang kemudian memaksaku untuk tak bergabung. Maklum saja, awal kuliah aku mengikuti 3 organisasi sekaligus. UKM POROS, IMM, dan HMPS, yang kesemuanya begitu menyita waktu. Belum lagi tugas kuliah yang begitu banyak. Tapi waktu itu kunikmati dengan hati yang gembira dan ikhlas tentunya.

Ada keinginan yang lebih ekstrem lagi. Aku ingin jadi master ilmu tajwid. Dan sampai sekarang masih dalam proses, dan semoga istiqomah untuk mendalaminya dan semoga mampu untuk mengajarkannya. Amin Ya Allah.

Keinginan yang lebih, dan lebih ekstrim lagi adalah ingin kuliah di Hubungan Internasional atau kalo gag Ilmu Komunikasi. Keinginan itu terbersit saat semester 5 kemarin. Tapi mungkin hanya sebatas impian saja, karena memang tak pernah tak seriusi. Haha….
Ada satu hal lagi impian yang kupikir menggelikan yang pernah kumiliki. Pengen punya suami Diplomat. Entahlah, mungkin masih mungkin diwujudkan jika aku jadi kuliah di Hubungan Internasional, tapi sepertinya itu hanyalah impian yang memang hanya sebatas mimpi saja. Pasrah saja pada apa yang ada di hadapan saja. Ini impianku yang pernah terlintas saat aku duduk di semester 7. Jadi belum lama.

Impian terakhir yang ku miliki dan masih hangat di pikiranku adalah, ingin bisa mendirikan sekolah gratis untuk orang-orang yang tak mampu. Mengingat aku adalah calon pendidik bangsa, aku ingin mengajak kawan-kaan calon pendidik bangsa untuk bisa mewujudkannya. Ada sebuag grand design yang bertahta diotak ini. Semoga ada jalan untuk mewujudkannya, suatu hari nanti.
Baiklah itulah impian-impianku yang telah lalu dan mungkin masih banyak mimpi-mimpi lainnya yang sedang kupikirkan. Seandainya jika mimpi itu tak terwujud, minimalnya kita pernah memiliki mimpi yang begitu indah dan mulia. Terwujud atau tidaknya, terantung dari usaha kita. Semoga mimpi-mimpi kita menjadi nyata dan tak hanya melayang-layang di pikiran yang pada akhirnya menghilang.

March 28, 2012

Sebuah Catatan Tentang Hikmah Hidup


Jika Allah menahanmu untuk mendapatkan sesuatu,
Itu bukanlah karena Dia bakhil, khawatir kehilangan perbendaharaaNYA
Atau menyembunyikan hakmu…
Akan tetapi karena Dia ingin engkau kembali kepadaNYA,
Dia ingin memuliakanmu dengan tunduk pasrah kepadaNYA,
Menjadikanmu kaya dengan faqir kepadaNYA,
Menjadikanmu dapat merasakan manisnya ketundukkan dan kefakiran kepadaNYA..
Setelah merasakan pahitnya terhalang dari sesuatu.

Bila sampai sekarang engkau bebanmu semakin berat,
Itu bukab karena Dia menyiksamu dn menginginkan kehancuranmu…
Akan tetapi Dia bermaksud memakaikan perhiasan “ubudiyah” kepadamu,
Menempatkanmu di kedudukan yang tertinggi.

Bila Allah baru saja menarik kedudukanmu,
Itu bukan karena Dia membencimu…
Tetapi agar engkau bisa menyaksikan hikmahNYA dalam kudrahNYA
Rahmat dalam keperkasaanNYA
Dan kelembutan dalam paksaanNYA…

Sekali Lagi Tentang Pilihan


Sekali tentang pilihan dan harapan…,selalu ada harapan di setiap pilihan yang kita pilih.

Suatu ketika mungkin kita sudah yakin, mantap untuk memilih. Memantapkan hati untuk memilih pada satu pilihan. Tapi ada masanya ketika hati dan jiwa sudah mantap, datang godaan untuk melihat pada yang lain atau bahkan memilih pilihan lain.
Mungkin inilah ujian dari yang Maha Kuasa atas hidup, jiwa, hati, dan seluruh jiwa raga kita. Mungkin saja Dia sedang menguji kita seberapa setianya kita, seberapa istiqomahnya kita, seberapa sabarnya kita terhadap pilihan yang telah kita pilih. 

Bagi yang lulus ujian, tentu saja akan setia, istiqomah dan juga sabar terhadap pilihannya. Namun kembali lagi, manusia berhak untuk mendapatkan hal yang terbaik menurut versinya dan tentu saja yang di ridhai oleh Allah SWT. Kita sebagai manusia sama sekali tak bisa memaksakan apa yang menjadi keinginan kita untuk dipenuhiNYA.

Ada seorang sahabat mengatakan bahwasanya, menentukan pilihan itu mudah, tapi untuk istiqomah pada apa yang telah kita pilih, bukanlah suatu hal yang mudah dan sederhana. Karena sekali lagi, manusia hanya bisa merencanakan dan mengusahakan, hasilnya mari serahkan pada Allah SWT.

Pilihan, bukan terbatas pada pilihan tentang orang yang mungkin kita pilih untuk mendampingi hidup kita. Dimensi pilihan di sini luas, pilihan tentang pekerjaan, pilihan tentang studi, dan semua pilihan yang senantiasa hadir di kehidupan kita.
Dan Dia-lah sang Maha Kuasa untuk membolak-balik hati ini. Tak kan pernah berhenti Dia untuk selalu menghentakkan hati ini. Menghentak setiap hati manusia, menguji seberapa kuat komitmen kita kepada pilihan yang telah kita pilih.


Tulisan ini saya dedikasikan kepada seluruh saudara dan sahabat
yang sedang dihadapkan pada pilihan, baik pilihan yang mudah
bahkan yang sulit sekalipun.
Percayalah bahwasanya selalu ada hikmah
dibalik pilihan yang kita pilih. ^_^



February 18, 2012

Pelajaran Menarik Tentang Sebuah Organisasi

tanggal 2 Februari 2012 sekitar jam 14. 15 WIB aku berkesempatan untuk mendampingi Rapat Evaluasi Dewan Ambalan SMK Negeri 1 Bukateja. Hmmm...jadi inget masa-masa SMA dulu. Di rapat tersebut aku hanya mendampingi saja dan hanya sebagai observer. Salut sama mereka, komitmen organisasi mereka sungguh sangat luar biasa, ditandai dengan hadirnya seluruh pengurus dan juga calon dewan ambalan yang baru. Ada hal yang menarik ketika mengikuti rapat evaluasi mereka. semua yang ikut rapat dengan otomatis dan tanpa paksaan mengumpulkan HP yang mereka bawa ke meja depan. Alasannya agar rapat berjalan efektif katanya. patut untuk ditiru nih kawan. Kadang kita yang mahasiswa saja urung untuk melakukannya. hmm...asal pas rapat gag smsan sih gpp. cara evaluasi mereka pun bagus. Semua audien baik pengurus ambalan maupun calon pengurus yang mengikuti pembaitan sebelumnya, mengevaluasi jalannya acara dari kekurangan sampai kelebihan yang ada. Katakanlah kejujuran walau sepahit apapun. Itu motto adek2 dewan ambalan. Hasilnya cukup bagus, hampir semua audien yang ada di ruangan tersebut menyampaikan uneg2 mereka.Kekritisan mereka cukup terasah di sini.

selain itu mereka juga memiliki aturan, yang menurut pandangan saya cukup bagus, yaitu sesama Dewan Ambalan TIDAK BOLEH BERPACARAN ketika ada kegiatan atau acara. Karena memang hal tersebut di samping sangat mengganggu juga tidak profesional. Dan mereka yang ketahuan pacaran, tanpa di paksa, langsung ngaku sendiri dan bersedia menerima konsekuensi menerima hukuman. Akibatnya mereka di hukum bersama dengan calon-calon dewan ambalan yang melanggar peraturan yaitu membawa HP pada saat kegiatan pembaitan.

Kesetiakawanan mereka pun sengaja di uji, ketika satu anggota di hukum, maka yang lainnya pun rela di hukum. Organisasi ibarat badan, ketika satu bagian sakit yang lain juga merespon merasakan sakit. Maka akhirnya seluruh calon dewan ambalan ikut di hukum deh di lapangan SMK N 1 Bukateja yang masih cukup panas waktu itu. Salut deh buat temen2 Dewan Ambalan. Penggemblengan disiplin dan setia kawan yang bagus. Good Job deh....top banget deh buat kalian.^^

February 06, 2012

Home Sweet Home KKN SMK N 1 Bukateja

Hari ini, Senin, 6 Februari 2012, akhirnya diterjunkan juga. Hmmm...awalnya berat meninggalkan jogja. Tapi melihat kenyamanan tempat tinggal di sini, semoga saja bisa betah sebulan deh. ni tak kasih liat foto2nya.
yang ini adalah kos2an tampak dari depan, masih bagus sekali karena ini adalah rumah baru.
Gambar yang kedua ini ruang kumpul2 kita, cukup nyaman dan membuat betah. karena sejatinya kos2an ini jauh lebih nyaman daripada kos2an yang di jogja.
nah yang ini adalah balkon kamar lantai 2. pas di depan ruang kumpul2 kita. sejauh mata memandang hanya awan dan atap rumah dan tower seluler. hehe....
ini kamar mandinya pemirsa ya.
insyallah nyaman, membuat rajin n betah mandi.

Tulisan ini saya dedikasikan kepada keluarga saya yang ingin sekali melihat lokasi tempat tinggal KKN di Purbalingga. Anakmu baik2 disini Pak, Bu....
 bersama dengan 8 orang inilah aku menempati rumah nyaman ini. makan, tidur, dan juga shalat secara bersama2.


January 21, 2012

Cerita Dari Puing-puing Reruntuhan Gempa


Ada begitu banyak cerita yang tertoreh dari bumi Pundong, Bantul, Yogyakarta. Khususnya desa Srihardono. Berawal dari sinilah aku menuntut ilmu dan untuk pertama kalinya hidup mandiri tanpa orangtua. Belajar tidak menggantungkan diri dari orangtua dari bangun tidur hingga tidur lagi. Awalnya sulit memang, namun the life must go on. Jadilah aku dan kedua orang temen2ku memutuskan untuk kos di sebuah rumah yang letaknya tak begitu jauh dari SMA tempat kami menuntut ilmu. Dengan mereka berdua aku berkomitmen untuk rajin dan bekerja keras mengukir prestasi. Walaupun kami yang notabene berasal dari daerah pedalaman gunungkidul, kami tak mau menyerah begitu saja. Dengan semangat yang menggebu aku, Lina, Diani,dan Peni bertekad tak mau kalah dengan anak-anak kota Bantul. Dan hal tersebut terbukti dengan lolosnya kami berempat mewakili Olimpiade SAINS-IPA antar sekolah Se-Kabupaten Bantul. Waktu itu aku dan Lina mewakili Olimpiade FISIKA, sedangkan Peni dan Diani mewakili Olimpiade KIMIA. Wooowww….prestasi yang luar biasa kupikir saat itu. Dan perjuangan itu bukanlah suatu hal yang mudah, semudah membalikkan telapak tangan. Perjuangan untuk mewakili Olimpiade FISIKA bagiku dan juga Lina seperti berusaha mengangkat pegunungan Seribu di sebelah selatan Kecamatan Pundong, mungkin. Hehehe
               Di saat teman-temanku pulang sekolah bisa hangout ke suatu tempat, aku dan Lina bersama Mulyono (salah satu peserta Olimpiade Fisika) harus tinggal di sekolah lebih lama untuk menanti soal-soal yang begitu kejam membuat kepala kami kliyengan. Bisa di bayangkan, mengerjakan soal2 FISIKA yang tak ada angka pastinya, tapi nanti tiba2 begitu dikerjakan keluarlah angaka 1/2 , 1, 2 atau bahkan angka2 yang lainnyaa yang tiba2 saja muncul. Dan rutinitas itu tak hanya kami jalani 1 kali dalam seminggu, tapi 2 kali dalam seminggu. Rasa jenuh kadang menghampiri, apalagi kalau yang member pengayaan materi adalah pak Giyo, salah satu guru FISIKA yang kalo menerangkan sambil merem. Bagaimana kami bersemangat utnuk mengerjakan hamparan soal-soal di hadapan kami, jika menjelaskan materinya sambil merem. Pernah kami iseng ikut2an merem dan akhirnya Pak Giyo memulangkan kami yang sudah tak berdaya melihat soal-soal FISIKA yang harus kami utak-utik tiap minggunya. (jika boleh mutah, aku ingin mutah waktu itu). Sayang aku tak memiliki foto Pak Giyo. Di balik membosankannya beliau menerangkan materi, namun penguasaan konsepnya oke punya, jooosss pokoke.




Beda halnya kalo yang memberi materi pengayaan adalah Pak Madi. Di samping lebih muda, kalo memberikan penjelasan materi bisa kami tangkap dengan baik, dan tentunya selalu mentraktir kami makan soto di Kantin Bu Paeran usai membahas soal-soal olimpiade fisika. (yang terakhir ini sebenarnya yang kami suka.hehehe).


Di bawahi ini ada foto-fotoku bersama kedua rekanku, Mulyono dan Lina. Sedang serius di laboratorium Fisika membuka-buka buku (itu aku), sedang si Mulyono serius membaca-baca inbox smsku.(hobi yang jelek).
Di sela-sela kepuyengan kami ngerjain soal-soal Fisika, tak ada salahnya juga sedikit narsis di kelas, sekedar menghapus kepenatan.

 Cerita berikutnya adalah cerita di balik hikmah gempa 27 Mei 2006. Selain di beri kesempatan hidup yang kedua bagiku (cerita detailnya di edisi selanjutnya ya), ada juga kesempatan untuk improving writing skill bersama kakak – kakak Mahasiswa UGM. Beruntung waktu itu aku tergabung dalam OSIS Puspita Bangsa SMAN 1 Pundong, sehingga aku bisa ikut program TAK SEKEDAR KATA yang diadakan oleh kakak2 Mahasiswa UGM waktu itu. Ada banyak manfaat yang ku dapat dari sana, skill menulis, mengemukakan pendapat dan juga ada pelatihan kepemimpinan juga lho. Trauma Healing juga kayaknya, walaupun sampai sekarang trauma terhadap gempa dahsyat itu belum juga hilang.

Selain intensif dibimbing intensif selama 3 bulan, kami juga diberi pelatihan khusus untuk menulis dan menggali bakat dan potensi menulis kami selama 2 hari di Youth Center, Ambarbinangun. Di sana kami benar2 intensif di bimbing untuk membangkitkan semangat menulis. Ada banyak kegiatan selama 2 hari di sana, diskusi bersama penulis muda hingga upaya trauma healing dengan cara menuliskan impian ataupun proyeksi hidup 10 tahun mendatang. Hmm…ingat proyeksi itu ingin tertawa, tapi semoga terwujud. Amin.^_^
          Okelah, itulah kenangan waktu SMA yang indah. Tulisan ini ku tulis khusus untuk temen-temen seperjuangan OLIMPIADE SAINS-IPA SMA N 1 PUNDONG tahun 2005 dan juga untuk OSIS PUSPITA BANGSA tahun pengabdian 2004/2005. Love U ALL!!!!!